kali ini saya ingin membahas aplikasi perusahaan dan contoh penggunaannya seperti CRM, ERP DAN E-Commerce
yang kedua ERP ( Enterprise Resource Planning)
Selain aplikasi E-Comerce, tentunya Anda (pelaku bisnis) dan Pembeli (konsumen) juga membutuhkan perangkat untuk mengaksesnya seperti gadget / laptop / komputer.
Kembali ke topik, disini saaya akan membagi artikel ini menjadi 4 Bagian, terdiri dari :
Selanjutnya, mari kita bahas satu per satu dari ketiga penjelasan mengenai bisnis E-Commerce diatas.
Bicara mengenai bisnis E-Commerce, sudah tahukah Anda apa itu E-Commerce ? E-Commerce atau eCommerce adalah singkatan dari Elektronik Commerce, jika diartikan secara harafiah, maka arti E-Commerce adalah Perdagangan Elektronik, meskipun artinya adalah 'dagang elektronik' lantas jangan Anda artikan bahwa bisnis E-Commerce selalu berkaitan dengan penjualan barang elektronik, itu tidak benar, karena pengertian bisnis E-Commerce yang sebenarnya adalah transaksi jual-beli yang dilakukan menggunakan perantara alat elektronik, dalam hal ini adalah gadget / komputer yang terkoneksi dengan internet.
Dari penjelasan singkat diatas, saya harap Anda sudah paham betul pengertian tentang apa yang dimaksud dengan bisnis E-Commerce. Selanjutnya kita akan mencoba mengulas apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan jika menjalankan bisnis berbasis E-Commerce.
Beberapa manfaat penting yang bisa didapat dari bisnis E-Commerce adalah mampu menekan biaya barang dan jasa serta dapat menyampaikan informasi dengan sangat cepat.
Biaya barang dan jasa yang lebih murah serta kecepatan pelayanan yang diberikan, tentu akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan pada akhirnya juga akan berdampak pada meningkatnya pendapatan bisnis Anda.
Diatas adalah manfaat bisnis E-Commerce yang didapat oleh penjual (seller), sementara manfaat bisnis E-Commerce yang didapat pembeli (buye) tentu akan jauh lebih banyak, diantaranya adalah :
Intinya, baik dari sisi penjual maupun pembeli akan sama-sama mendapatkan untung / manfaat dari bisnis E-Commerce.
Ada berbagai macam contoh atau jenis-jenis bisnis E-Commerce, namun secara garis besar bisnis E-Commerce dibedakan menjadi 3 Model, ketiga model bisnis E-Commerce yang saya maksud tersebut adalah :
Situs Marketplace di Indonesia juga ada banyak, sebagai contoh adalah Tokopedia dan Elevania.
Secara garis besar, ketiga contoh model bisnis E-Commerce diataslah yang paling sering digunakan oleh para pelaku bisnis E-Commerce di Indonesia. Meskipun perlu diakui masih ada bentuk / macam bisnis eCommerce lain seperti Classifieds dan Shooping Mall, namun sayangnya tidak terlalu populer.
Untuk mendukung kelancaran bisnis E-Commerce yang Anda jalankan, ada beberapa tool online yang patut untuk dicoba. Berikut 3 Tool eCommerce Online yang saya rekomendasikan untuk Anda coba :
Read More...
Customer Relationship Management (CRM) adalah salah satu
bentuk aplikasi Teknologi Informasi (TI) di departemen penjualan atau marketing
suatu perusahaan. Tetapi ide atau nafas dari CRM sendiri tidak lain dan tidak
bukan adalah pelayanan, contoh nyatanya bisa ditanyakan ke penjaga warung dekat
rumah yang mampu menjaga pelanggannya selama bertahun-tahun.
Artikel pertama dari penulis akan mencoba memaparkan apa itu
CRM, sejarah CRM, apa yang ada di pasaran, implementasi CRM dan apa keuntungan
dan kerugian yang mungkin terjadi.
1. APA ITU CRM?
Setelah era digital yang selalu menggunakan “e-“ didepan
semua kata seperti e-commerce, e-book, esales, e-mail, dst, Customer
Relationship Management atau CRM merupakan akronim atau singkatan yang paling
populer dikalangan orang-orang sales dan marketing. Kalau di-bahasa
Indonesia-kan kira-kira adalah Manajemen Hubungan Pelanggan (MHP).Telaah per
katanya adalah sebagai berikut; Pelanggan atau customer, kata pertama, di kamus
bahasa Inggris artinya adalah seseorang yang berulang kali atau teratur
melakukan pembelian kepada seorang pedagang. Jadi pelanggan adalah orangnya
(dalam definisi ini tidak disinggung tentang kepuasan, mahal-murahnya
pembelian, dll). Hubungan atau relationship, kata kedua, adalah bentuk
komunikasi dua arah antara pembeli dan penjual. Manajemen, kata terakhir,
artinya pengelolaan (secara luas tanpa perlu menjabarkan detail bagaimana
mengelola sesuatu). Jadi definisi diatas kalau digabungkan kira-kira menjadi
pengelolaan hubungan dua arah antara suatu perusahaan dengan orang yang menjadi
pelanggan di perusahaan tersebut.
CRM dalam perkembangannya juga bisa didefinisikan sebagai
berikut:
CRM adalah sebuah istilah industri TI untuk metodologi,
strategi, perangkat lunak (software) dan atau aplikasi berbasis web lainnya
yang mampu membantu sebuah perusahaan
(enterprise, kalau besar ukurannya) untuk mengelola
hubungannya dengan para pelanggan, atau
CRM adalah usaha sebuah perusahaan untuk berkonsentrasi
menjaga pelanggan (supaya tidak lari ke pesaing) dengan mengumpulkan segala
bentuk interaksi pelanggan baik itu lewat telepon, email, masukan di situs atau
hasil pembicaraan dengan staf sales dan marketing,
Atau
CRM adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dari suatu
perusahaan yang memungkinkan perusahaan tersebut secara efektif bisa mengelola
hubungan dengan para pelanggan. Bingung? Jangan kawatir, para ahli marketing
juga mengatakan bahwa tidak mudah mendefinisikan apa itu CRM. Ini dikarenakan
luasnya cakupan CRM terhadap aktivitas sales dan marketing yang pada akhirnya
menjadi bagian dari manajemen pengetahuan (knowledge management) dari
perusahaan itu sendiri.
Apa hubungannya dengan TI atau teknologi komputer pada
umumnya? Jelas, TI merupakan bagian terpenting (tapi bukan yang pertama) dari
CRM karena tanpa kemampuan teknologi komputer yang handal untuk mengolah
besarnya informasi yang berhasil dikumpulkan, CRM akan lumpuh dan tidak ada
artinya.
2. SEJARAH CRM
Para peneliti lebih tertarik untuk mengetahui apa sebenarnya
yang melahirkan CRM. Dengan adanya internet, tembok penghalang yang membatasi
pelaku bisnis baru untuk melakukan penetrasi pasar menjadi sangat kabur, kalau
tidak bisa dikatakan tidak ada. Sekarang seorang pelaku bisnis baru bisa melakukan
bisnisnya dengan rekanan dari luar kota, negara bahkan lintas benua (asumsi
penulis: bisnis dilakukan dengan legal dan benar). Yang namanya ‘indie’ tidak
asing lagi di dunia maya ini. Jutawan-jutawan baru lahir karena adanya
internet. Tiba-tiba merek (baca: nama besar) tidak berarti lagi.
Di sisi lain, di pihak pelaku bisnis yang mapan dengan merek
besar mereka, situasi diatas bisa jadi menguntungkan atau malah merugikan.
Perbedaan teknologi sudah tidak penting lagi karena para pemain baru bisa mendapatkan
teknologi yang sama itu dengan gampang. Jadi kalau perusahaan besar masih
mengandalkan produknya (product focus) niscaya mereka bakal tersusul oleh
pemain-pemain baru itu. Hal ini dikarenakan faktor pembeda produk pemain lama
dan pemain baru tidak banyak lagi. Sebagai contoh: sudah pernah ditawari
portabel VCD player bikinan negeri tirai bambu? Harga yang ditawarkan tidak
bisa untuk membeli walkman merek negeri sakura yang berteknologi auto reverse
dan super-duper bass. Tetapi, umur produknya tidak beda jauh jika dipakai sama
hati-hatinya. Teknologi lasernya sama persis. Bahkan feature-nya tidak kalah
dan garansinya bisa diminta. Karena hal inilah perusahaan-perusahaan besar
(enterprise) mencoba mengganti arah bisnis mereka fokus ke pelanggan (customer
focus). Fakta
mengatakan bahwa biaya untuk mendapatkan pelanggan baru bisa
10 kali biaya untuk menjaga
pelanggan yang sudah ada.
Sementara itu pelanggan juga memiliki kecenderungan untuk
tidak hanya ‘transaksional’,
beli barang – dapat barang – selesai, tetapi ingin lebih,
beli barang – memilih service – dapat barang dan service – beli lagi. Sehingga
pelanggan menginginkan hubungan dua arah dengan perusahaan-perusahaan yang
mampu memberikan pelayanan tambahan tanpa terasa ‘mahal’. Selain kecenderungan
naiknya kompetisi global diatas dimana produk-produk yang ada sangat sulit
dibedakan, kecenderungan lain yang melahirkan CRM adalah majunya teknologi
manajemen data yang memungkinkan disimpannya jutaan data dalam satu sistem
tunggal. Dua puluh tahun yang lalu, informasi tentang pelanggan akan disimpan
dalam dua puluh sistem yang berbeda dan tidak ada teknologi yang mampu
mengelola informasi kompleks tentang pelanggan. Data yang ada bisa dari
telepon, email, faksimili, tulisan tangan staf sales dan marketing, kartu nama,
dll.
CRM berawal sekitar tahun 1990-an sebagai langkah logis
setelah rame-rame Enterprise Resource Planning (ERP). Satu faktor lagi yang
melahirkan CRM adalah penelitian marketing oleh PIMS yang menyimpulkan bahwa
“pelanggan yang menggerutu tidak puas akan bercerita kepada sekitar 7-10 orang
temannya sedangkan pelanggan yang puas akan merekomendasikan perusahaan
bersangkutan ke 3-4 teman mereka.
3. APA YANG ADA DI PASARAN
AMR Research melaporkan beberapa penyedia software CRM
seperti Siebel Systems, Clarify (Nortel Networks), PeopleSoft dan Oracle
sebagai pemimpin pasar. Juga beberapa perusahaan kecil kompetitif seperti
SalesLogix, Onyx Software, Pivotal, E.piphany, Kana dan Silknet Software.
Sementara itu perusahaan-perusahaan penyedia jasa profesional CRM sebagai
pemimpin pasar misalnya Accenture, Art Technology Group, Cambridge Technology
Partners, CSC, Deloitte Consulting, EDS, eLoyalty, Cap Gemini Ernst &
Young, IBM Global Services, KPMG Consulting dan PriceWaterhouseCoopers.
4. IMPLEMENTASI CRM
Untuk mengimplementasikan sebuah strategi CRM, diperlukan
paling tidak 3 (tiga) faktor kunci yaitu (1) orang-orang yang profesional
(kualifikasi memadai), (2) proses yang didesain dengan baik dan (3) teknologi
yang memadai (leading-edge technology). Tenaga yang profesional tidak saja
mengerti bagaimana menghadapi pelanggan tetapi juga mengerti cara menggunakan
teknologi (untuk CRM). Apapun tanpa desain yang baik akan gagal, begitu juga
CRM. Perusahaan pengguna CRM harus sudah mengetahui tujuan (business
objectives) dan tuntutan bisnis (business requirements) yang diinginkan dari
implementasi CRM ini. Teknologi CRM paling tidak harus memiliki elemen-elemen
berikut:
- Aturan-aturan Bisnis: tergantung dari kompleksitas transaksi,
aturan-aturan bisnis harus dibuat untuk memastikan bahwa transaksi dengan
pelanggan dilakukan dengan efisien. Misalnya pelanggan dengan pembelian besar
yang mendatangkan keuntungan besar harus dilayani oleh staf penjualan senior
dan berpengalaman, dst.
- Penggudangan Data (data warehousing): konsolidasi dari
informasi tentang pelanggan harus dilakukan dalam satu sistem terpadu. Hasil
analisa harus mampu menampilkan petunjuk-petunjuk tertentu tentang pelanggan
sehingga staf penjualan dan marketing mampu melakukan kampanye terfokus
terhadap grup pelanggan tertentu. Nantinya gudang data ini juga harus mampu
menaikkan volume penjualan dengan cross-selling atau up-selling.
- Situs (web): jelas CRM harus memiliki kemampuan swalayan.
Hanya aplikasi berbasis situs (web based) yang bisa mendukung ini. Pelanggan
bisa melakukan transaksi sendiri, tahu berapa yang harus dibayar, dsb.
- Pelaporan (reporting): teknologi CRM harus mampu
menghasilkan laporan yang akurat dan komprehen, nantinya berguna untuk
menganalisa kelakuan pelanggan, dll.
- Meja Bantu (helpdesk): teknologi yang mampu
mengintegrasikan informasi pelanggan ke aplikasi meja bantu akan menunjukkan ke
pelanggan seberapa serius sebuah enterprise menangani pelanggannya.
Banyak perusahaan menawarkan solusi-solusi CRM yang ‘tinggal
pakai’ yang memiliki tingkat fungsionalitas yang beragam. Biasanya
produk-produk ini sudah cukup memadai. Tetapi bukan itu yang membuat sukses
implementasi CRM. Bisnis proses yang terintegrasi dan konsolidasi data yang
sudah ada saat implementasi CRM yang bakal menjamin suksesnya CRM itu sendiri.
Pertanyaan mendasar yang muncul paling awal adalah apakah sebuah perusahaan
perlu CRM? Menurut penulis, jawabannya, perlu! Karena dengan tren bisnis yang
ada, tujuan utama sekarang adalah meningkatkan loyalitas pelanggan ke
perusahaan kita. Dengan loyalitas pelanggan yang meningkat, kelangsungan bisnis
masa depan bisa berlanjut. Perusahaan-perusahaan yang menerapkan CRM
mendapatkan pengertian yang lebih baik tentang pelanggan mereka dan kebutuhan
mereka.
Dikombinasikan dengan penggudangan data, bank data dan meja
bantu atau pusat panggilan (call center), CRM membantu perusahaan untuk
mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang sejarah pelanggan, apa-apa yang
menjadi kesenangannya, apa saja keluhannya dan bahkan data lain untuk
mengira-ira apa yang pelanggan akan beli di masa datang.
4.1. KEUNTUNGAN CRM
CRM membantu perusahaan untuk mengembangkan produk baru
berdasarkan pengetahuan yang lengkap tentang keinginan pelanggan, dinamika
pasar dan pesaing dengan cara:
Ø Menjaga
pelanggan yang sudah ada
Ø Menarik
pelanggan baru
Ø Cross Selling:
menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan berdasarkan pembeliannya
Ø Upgrading:
menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (gold card vs. silver card)
Ø Identifikasi
kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan
Ø Mengurangi
resiko operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu sistem
Ø Respon yang
lebih cepat ke pelanggan
Ø Meningkatkan
efisiensi karena otomasi proses
Ø Meningkatkan
kemampuan melihat dan mendapatkan peluang
Ø Dan lain
sebagainya
Salah satu contoh CRM yang bagus adalah situs www.amazon.com
dimana pelanggan tidak hanya mendapat pengalaman yang menyenangkan selama
membeli buku tetapi juga bisa melihat sejarah pembelian, melihat rekomendasi
tentang sebuah buku, memonitor pengiriman, mendapat informasi terbaru, dll.
Atau di www.gramediaonline.com.
4.2. MASALAH CRM YANG MUNGKIN TERJADI
Yang perlu dipahami adalah bahwa teknologi merupakan bagian
terakhir untuk melengkapi seluruh proses CRM. Teknologi bukan segalanya dalam
CRM, teknologi bisa dibawa belakangan dan teknologi siap pakai sudah tersedia.
Yang utama adalah persiapan proses bisnis, tujuan implementasi, sampai sedalam
apa CRM mau digunakan, sejauh mana hubungan dengan pelanggan mau dibina, data
atau sistem apa yang sudah dan sedang digunakan. Luangkan sedikit ekstra waktu
untuk menjawab semua itu baru setelah itu memikirkan biaya, skala, servis yang
dibutuhkan, penyedia jasa yang diperlukan, konsultan pendidik yang harus
didatangkan dan solusi CRM macam apa yang vendor tawarkan.
Masalah fatal dan besar yang mungkin terjadi, seperti
aplikasi TI lainnya, adalah terbuangnya feature atau kelebihan-kelebihan yang
ditawarkan TI secara percuma. Pelanggan tetap mengeluh, hubungan dengan
pelanggan tetap transaksional, tidak ada peningkatan efisiensi, staf sales dan
marketing masih saling menyembunyikan data, profit perusahaan yang stagnan,
dll.
5. LAIN-LAIN
CRM adalah tool yang membantu perusahaan untuk mengerti
pelanggannya. CRM akan membantu perusahaan tetap dapat bersaing secara global.
Riset mengatakan bahwa pangsa pasar CRM akan berkembang sampai lebih dari 20
milyar Dollar Amerika pada tahun 2004, sama besar dengan pasar ERP. Segmen CRM
berkembang sekitar 29% per tahun. Aplikasi CRM mulai dipakai untuk perusahaan
berukuran sedang, hal ini akan mendongkrak perkembangan CRM seterusnya.
6. REFERENSI
Sambasivan, TN., “CRM for Dummies”, ITToolbox Portal for
CRM, 2000.
Findlay, Cliff., “CRM. What’s it all about”, CRM Consultant
at Latitude Solutions Ltd,
ITToolbox Portal for CRM, 2000.
Khera, Mandeep., “Customer Relationship Management – Beyond
the “buzz””, United
Customer Management Solutions, ITToolbox Portal for CRM,
2000.
Harper, Simon., “Customer Relationship Management (CRM):
Well what is it really?” NHANZ Ltd., ITToolbox Portal for CRM, 2000.
APLIKASI CRM DALAM INDUSTRI
MANUFAKTUR DAN JASA
Banyak perusahaan di dunia yang
menerapkan CRM sejak pertama kali ditemukan. Salah satunya adalah Eli Lilly
& Company, sebuah perusahaan farmasi yang mengimplementasikan penggunaan sales-force
automation, call center dan beberapa aplikasi software dari
Siebel untuk mendukung usahanya dalam rangka memperkenalkan merek produk obat
yang dipasarkan. Menurut Roy Dunbar, Chief Information Officer perusahaan
Eli Lilly & Company, pasien yang pernah menggunakan mereknya dulu terbiasa
menghubungi dokter pribadinya. Tetapi sekarang ia dapat menghubungi perusahaan
melalui telpon untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai produk dan
merek produknya. Dengan adanya sistem CRM, Lilly memanfaatkan layanan call
center untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan pelanggannya.
Penerapan CRM dalam perusahaan farmasi juga mampu mendongkrak penjualan dan
meningkatkan hubungan dengan relasi yang paling dasar. Dengan CRM, perusahaan
obat-obatan akan mampu mengidentifikasi dokter mana yang proaktif dengan tenaga
pemasarnya, mengkalkulasi pendapatan potensial yang diperoleh dari hubungannya
dengan para dokter tersebut, menjalin hubungan yang lebih erat dengan para
dokter yang merekomendasikan obatnya kepada pasien.
Kos Pharmaceutical Inc., sebuah
perusahaan farmasi yang memproduksi obat untuk penyakit jantung koroner dan
paru-paru, telah mengimplementasikan CRM pada 2003 dengan 500 tenaga
pemasarannya. Staff pemasarannya bertumbuh dan mempunyai komunikasi yang lebih
baik antara mereka, khususnya ketika mereka mengunjungi dokter yang sama. Para
dokter merasa nyaman karena ternyata tenaga pemasaran yang berbeda ini mampu
memberikan informasi yang berkesinambungan.
Lebih lanjut, menurut Martin, Brown,
DeHayes, Hoffer & Perkins (2005, p. 196), perusahaan komputer Hewlett-Packard
(HP) menerapkan bermacam-macam software CRM secara besar-besaran pada
semua saluran distribusi perusahaannya dengan menggunakan e-Business
Applications package dari Siebel Systems, Inc. Sistem ini mampu
mengkonsolidasikan saluran distribusi penjualannya secara langsung maupun tak
langsung, termasuk ribuan direct-sales representatives, marketing
professionals, contact-center representatives, partner resellers. Proyek
ini mampu mengintegrasikan 50.000 pengguna sistem. Hewlett-Packard berharap
mampu memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dari berbagai saluran
distribusinya dengan adanya sistem ini sehingga mampu meningkatkan efisiensi
operasionalnya, menghemat puluhan juta dolar.
HP juga memanfaatkan CRM database
dengan mengirimkan customized e-newsletter kepada para pelanggannya
untuk menginformasikan produk-produk terbarunya dan memberikan solusi atas
pertanyaan-pertanyaan mengenai layanan yang sering diajukan oleh pelanggannya. Newsletter
ini ternyata mampu meningkatkan penjualan produk baru HP serta mengurangi
panggilan telpon ke service center. Program email yang efektif
mampu memberikan informasi yang berguna dan diperlukan dengan tepat waktu.
Cannon, Perreault & McCarthy
(2008, p. 379), menyatakan bahwa database CRM juga berguna bagi
pelanggan perusahaan. Sebagai contoh, Forrester Reasearch melakukan riset pasar
terhadap bermacam-macam industri dan kemudian menjual hasil riset pasarnya
kepada publik. Pelanggan yang mengakses website Forrester dan
menginginkan industri dan topik yang dipilih dapat mendaftar. Selanjutnya
Forrester akan mengirimkan email secara reguler dengan data yang
diperbarui seperti yang pelanggan inginkan. Perusahaan-perusahaan lain di dunia
yang menerapkan CRM antara lain Audi AG, sebuah perusahaan otomotif di Jerman.
Selain itu ada Brother International, sebuah perusahaan elektronik milik
Jepang, yang berbasis di Amerika dengan 1.200 karyawan dan memperoleh
pendapatan lebih dari US$ 1 milyar. Berikutnya adalah Adidas Salomon AG yang
merupakan perusahaan yang memproduksi peralatan dan perlengkapan olah raga
dengan 14.700 karyawan dan pendapatan sekitar 6,5 milyar Euro.
Dengan CRM, perusahaan mampu
meningkatkan usaha pemasaran dengan memanfaatkan database yang ada,
termasuk produk atau jasa yang pernah dibeli oleh pelanggan sebelumnya dan
informasi mengenai segmentasi pasar lainnya. Sebuah perusahaan jasa reparasi
mobil, misalnya, akan menyimpan database mengenai penggantian oli
pelanggannya. Berdasarkan data ini, perusahaan dapat mengirimkan postcard untuk
mengingatkan kapan waktunya pelanggan melakukan pergantian oli kendaraan
berikutnya. Demikian juga seorang penjual bunga dapat menggunakan database pelanggannya
untuk menelpon dan memberikan tawaran khusus (special offer) atas
produknya untuk Mother’s Day atau Valentine’s Day. Perusahaan yang memanfaatkan
internet untuk kegiatan operasionalnya memperoleh keuntungan tersendiri dengan
pendekatan database ini. Mereka mampu berkomunikasi dengan pelanggannya
melalui website atau email; dan ini berarti bahwa keseluruhan
usaha yang dilakukan bukan hanya untuk membidik target tertentu tetapi juga
karena beayanya sangat murah.
Selain itu, pelanggan juga mudah
menjawab dan merespon dengan mudah dan cepat. Amazon.com juga memanfaatkan CRM. Ketika seorang pelanggan hendak
memesan buku, sistem CRM Amazon.com
pada website-nya merekomendasikan buku-buku terkait yang pernah dibeli
oleh pelanggan-pelanggan lainnya. Hong Kong’s Mevas Bank, sebuah perusahaan
perbankan di Hong Kong juga menerapkan CRM. Ketika pertama kali menerapkan CRM,
Bank ini tidak mempunyai sebuah cabangpun. Pelanggan hanya dapat melakukan
transaksi secara on line melalui website. Staff Bank berada di tempat
untuk menjawab pertanyaan melalui website dan melayani permintaan
investasi secara on line. Web sebagai media bagi nasabah untuk
melakukan berbagai transaksi (personal banking tools), sedangkan Mevas
Bank hanyalah sebagai tempat bertatap muka. Menurut Bernard Kwok, kepala bagian
customer service, pendekatan elektronik yang radikal ini
menurunkan biaya operasional dam meningkatkan profit. Kwok menambahkan bahwa
Mevas Bank dapat melayani 10,000 nasabah dengan jumlah 20 staff service
representatives.
Menurut Ingold, CRM sangat cocok
untuk perusahaan asuransi dimana perusahaan dapat memberikan layanan yang
sifatnya personal kepada pelanggannya dengan memberikan kesempatan pada
agen-agennya untuk memberikan nilai layanan yang sesuai dengan kebutuhan
masing-masing pelanggannya. Di sisi lain pelanggan juga mempunyai banyak
pilihan untuk berinteraksi dengan perusahaan asuransi baik para agen, secara on
line (melalui website) atau langsung datang pada perusahaan. ING
Group NV di Amerika juga menggunakan CRM dengan meningkatkan pelatihan dan
motivasi pada karyawannya. Menurut Dave Lewis, Kepala Bagian Marketing and
Technology, seringkali orang menciptakan teknologi canggih tetapi mereka
melupakan orang-orang yang membuat teknologi itu menjadi berbeda.
Teknologi yang canggih tidak akan
mempunyai arti jika orang-orang yang mengoperasikan teknologi itu tidak dapat
memberikan layanan yang berbeda karena dengan perbedaan inilah yang menjadi
keunggulan bersaing sebuah perusahaan. Di Indonesia sendiri sudah banyak
perusahaan yang menerapkan CRM mulai dari industri perbankan seperti BCA
(www.klickbca.com), operator selular XL (www.xl.co.id), industri makanan dan
minuman Nestle (www.id.nestle.com).
Melalui website BCA ini,
pelanggan dapat mengakses data yang diperlukan, misalnya produk perbankan,
transaksi nilai jual beli valuta asing, dll. Sedangkan di website XL,
pelanggan dapat mengakses produk dan layanan celular mobile telephone.
Yang terakhir melalui website Nestle, pelanggan dapat memperoleh
informasi produk terbaru Nestle dan bergabung dalam kolom ’Sahabat Nestle’
sebagai sarana untuk menjalin hubungan antara perusahaan dengan pelanggan.
Contoh lainnya adalah penerapan CRM
di dunia pendidikan yaitu Universitas Kristen Petra, Surabaya. Melalui website
Universitas Kristen Petra/UKP (www.petra.ac.id), pelanggan dapat mengakses
berbagai informasi secara on line. Untuk kalangan eksternal, calon
mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai fakultas dan jurusan yang ada di
UKP serta status akreditasinya, agenda universitas seperti penerimaan mahasiswa
baru, kegiatan intern dan ekstern universitas. Selain itu mereka juga dapat
mengakses pengumuman penerimaan mahasiswa baru secara on line ataupun
melalui telpon serta tak perlu datang berduyun-duyun ke UKP dan membuat
kepadatan di Jl. Siwalankerto.
Data perpustakaan seperti buku-buku
koleksi dan tandon, jurnal, tugas akhir juga ada di website ini.
Mahasiswa juga dapat melakukan perwalian dan melihat data Kartu Rencana Studi/
KRS, Kartu Hasil Studi/ KHS, kredit point melalui internet. Sedangkan untuk
kalangan internal, pejabat, dosen dan karyawan mempunyai wadah untuk
berkomunikasi melalui email groups (petrastaff). Di sini mereka bisa
melakukan komunikasi internal dua arah antar staf pengajar maupun pendukung dan
pejabat yang bersangkutan secara on line. Dosen wali juga dapat
mengakses portfolio mahasiswa dan berkomunikasi melalui web ini.
Penerapan CRM (Customer Relationship
Management) di PT. Kalbe Farma
Data dan Profil Grup Kalbe
Grup Kalbe berdiri tahun 1966. Saat
ini mempunyai tiga divisi, yakni farmasi, makanan kesehatan, serta kemasan dan
distribusi. Divisi Farmasi mencakup PT Finusol Prima; PT Bifarma Adiluhung;
Innogene Kalbiotech Pte. Ltd.; dan PT Dankos Laboratories. Dankos, yang juga
berstatus perusahaan publik, memiliki tiga anak usaha, yakni: PT Hexpharm Jaya
Laboratories; PT Bintang Toedjoe; dan PT Saka Farma Laboratories.
Divisi Makanan Kesehatan terdiri
dari PT Helios Arya Putra dan PT Sanghiang Parkasa; sedangkan Divisi Kemasan
dan Distribusi terdiri dari PT Igar Jaya Tbk. (yang juga memiliki dua anak
usaha: PT Avesta Pack dan PT Indogravure), dan PT Enseval Putera
Megatrading.Grup usaha ini didukung oleh sekitar 12 ribu karyawan, termasuk 2
ribu salesman dan 105 orang staf TI. Investasi TI grup usaha ini sekitar Rp 30
miliar per tahun.
Cetak Biru TI Kalbe Hingga 2012 :
- Sistem integrasi penuh SCM.
- Penerapan aplikasi Business Intelligence on demand bagi semua pihak baik internal maupun eksternal.
- Penerapan seamless Enterprise Resource Planning (ERP) di semua anak perusahaan.
- Penerapan sistem CRM yang efektif.
Rencana Pengembangan dan Proyek TI
yang Sedang Dilakukan
1) Integrasi sistem untuk lima perusahaan farmasi, yakni: PT
Kalbe Farma Tbk.; PT Finusol Prima; PT Bifarma Adiluhung; Innogene Kalbiotech
Pte. Ltd.; dan PT Dankos Laboratories. Diproyeksikan selesai pada 2009
2) Masuk ke proyek integrasi sistem TI inti dengan sistem
distribusi. Ditargetkan pada 2010, semua perusahaan sudah memiliki sistem TI
yang terintegrasi dengan unit distribusi.
3) Mengembangkan layanan procurement menjadi centralized
procurement. Jadi pembelian akan diseragamkan, disentralisasi dalam satu
tempat.
4) Penerapan CRM korporat sehingga mampu memberikan informasi
kepada masyarakat secara komprehensif, mengenai produk hingga solusi.
Untuk mendukung dan mempercepat
pengembangan bisnis kelompok usahanya, manajemen Grup Kalbe telah menyiapkan
cetak biru TI hingga 2012. Sejumlah rencana taktis telah disiapkan dan sebagian
langkah telah diayun. Bagaimana proyek besar ini dijalankan?
“Saya membayangkan, nantinya
manajemen bisa memperoleh informasi yang terintegrasi dari semua sister company
Kalbe secara real time, on demand, anytime dan anywhere,” ujar Vidjongtius
dengan mata menerawang. “Begitu juga, para pelanggan bisa berinteraksi via Web,
dan prinsipal bisa mengakses laporan dengan mudah,” tambahnya.
Tentu saja, yang dibayangkan
Direktur Teknologi Informasi Grup Kalbe tersebut bukan angan-angan buta.
Pasalnya, upaya ke arah sana sudah dipersiapkan dan dijalankan. Bahkan, cetak
biru (blueprint) TI hingga 2012 sudah disusun manajemen perusahaan farmasi
terbesar di Tanah Air ini. “Visi dan misi perusahaan adalah tumbuh bersama
teknologi. Keberadaan TI bukan sekadar enabler, tapi harus menjadi akselerator
pengembangan bisnis perusahaan,” Vidjongtius menegaskan.
Cetak biru TI yang disusun Grup
Kalbe tersebut cukup komprehensif, mulai dari sistem Supply Chain Management
(SCM) terintegrasi hingga Customer Relationship Management (CRM). Toh, diakui
Vidjongtius, sebagai sebuah proyek besar berjangka menengah, maka pengerjaannya
tidak bisa sekaligus. “Selain dilakukan secara bertahap, pengerjaan proyek juga
diprioritaskan untuk anak usaha yang memiliki skala bisnis besar,” kata
Vidjongtius mengenai strateginya.
Salah satu proyek yang sudah
berjalan adalah integrasi kantor-kantor cabang dengan kantor pusat. Diklaim
Vidjongtius, sekarang sudah hampir 100 kantor cabang terintegrasi ke kantor
pusat. Cepatnya pengerjaan integrasi jaringan antarkantor itu, karena Kalbe
sudah menggunakan solusi akses infrastruktur dari Citrix System. Solusi ini
mulai diterapkan pada 2000 untuk mendukung penerapan aplikasi keuangan di
kantor pemasaran dan pabrik-pabriknya.
Program yang tak kalah penting,
untuk mendukung dan meningkatkan kinerja tim penjualannya, Kalbe membekali pula
mereka dengan personal digital assistance (PDA). Diklaim Vidjongtius, dari
sekitar 2 ribu tenaga salesman perusahaannya, 50%-nya sudah dibekali PDA.
Walaupun investasi yang dikeluarkan untuk pengadaan PDA ini cukup mahal, yakni
mencapai Rp 10 miliar, Vidjongtius menilai upaya itu tetap harus dilakukan.
“Tujuan utama memberikan PDA kepada salesman adalah untuk meningkatkan kinerja
mereka dan efisiensi,” kata Vidjongtius, yang saat ini juga menjabat Presdir
Enseval, sambil tersenyum. Secara keseluruhan investasi TI yang dikeluarkan
Kalbe sebesar Rp 30 miliar per tahun.
Ratmo, salah seorang salesman Kalbe,
mengakui setelah dibekali PDA kinerjanya meningkat. Menurut pria yang telah
bekerja di Kalbe sejak 1993 ini, dengan perangkat PDA yang dibawanya ia bisa
melakukan order di tempat dan informasi stok barang bisa dipenuhi. Jika
sebelumnya ia hanya mampu menyambangi 15 gerai, kini bisa menjangkau 20 gerai
lebih. “Manfaatnya banyak. Terutama kecepatan input data. Dulu, order ditumpuk
dulu di kantor. Sekarang bisa input sendiri. Jadi lebih efisien waktu dan
tenaga,” ujar salesman yang beroperasi di kawasan Menteng, Kramat Jaya, Salemba
dan Kemayoran ini.
Ditambahkan Vidjongtius, walaupun
proses integrasi masih berjalan dan belum selesai, manfaatnya sudah bisa
dirasakan. Contohnya, mereka ternyata mampu menambah jam kerja, paling tidak
satu jam sehari. Artinya, dalam setahun ada tambahan 240 ribu jam kerja.
Manfaat lainnya, Kalbe berhasil memangkas lama barang di gudang (inventori)
dari 180 hari menjadi 110 hari. Jika dulu “uang mati” di inventori mencapai Rp
1,7 triliun, kini menyusut tinggal Rp 1 triliun. Belum lagi, laporan
konsolidasi bulanan yang tadinya selalu telat 10 hari, kini dipangkas tinggal
empat hari. Sebelumnya, laporan baru bisa selesai pada tanggal 10 atau 12 bulan
berikutnya. Sekarang sudah bisa selesai tanggal 4. “Ini adalah suatu
percepatan. Manajemen mendapatkan informasi lebih cepat. Dulu, tidak ada yang
bisa mengetahui turun-naiknya suatu produk secara detail. Sekarang bisa
dianalisis,” ujarnya bangga.
Singkatnya, menurut Vidjongtius,
integrasi sistem yang dilakukan tersebut idealnya bisa memberikan informasi
yang komprehensif mengenai semua aktivitas, baik kepada manajemen, konsumen,
maupun prinsipal. Untuk manajemen, diharapkan akan tersaji informasi yang real
time, on demand, dan sesuai dengan kebutuhan kapan pun dan di mana pun.
Sebenarnya, lanjut Vidjongtius, untuk Kalbe Farma sendiri kebutuhan itu sudah
terpenuhi. Namun, belum berlaku untuk semua anak perusahaan Grup Kalbe lainnya.
Adapun untuk kebutuhan pelanggan —
institusi seperti rumah sakit, apotek atau toko — menurut Vidjongtius, juga
perlu dikembangkan portal yang bisa menyediakan informasi mengenai kesehatan
sampai fasilitas interaktif (forum atau chat room). Dan, untuk prinsipal, perlu
disediakan akses laporan (penjualan, inventori, order procurement, status
level), baik lewat Web maupun SMS.
Rencana lainnya yang sudah
diagendakan adalah mengembangkan layanan procurement menjadi centralized
procurement. Jadi pembelian akan diseragamkan, disentralisasi pada satu tempat.
Tujuannya untuk penghematan. Jika aktivitas pembelian ataupun sistemnya bisa
disatukan, volume akan meningkat. Ujung-ujungnya, bargaining power Kalbe
sebagai grup usaha juga bisa meningkat.
Rencana lainnya adalah penerapan CRM
korporat sehingga mampu memberikan informasi kepada masyarakat secara
komprehensif, mulai dari produk hingga solusi. Selama ini, penerapan CRM di
Kalbe masih dalam skala untuk kebutuhan konsumen dan produk tertentu, belum
bersifat korporasi. Berikutnya, sebelum bisa mengarah ke penerapan Radio
Frequency Identification (RFID) di masa depan, untuk mengidentifikasi produk
Kalbe akan menggunakan sistem bar code yang dikombinasi dengan wireless
scanner.
“Proyek integrasi sistem yang kami
lakukan didasari oleh strategi besar untuk mengembangkan dan memajukan
perusahaan, sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Nah,
misi itu dijabarkan, di antaranya melalui TI,” papar Vidjongtius dengan raut
muka serius. “Tahun 2012 semua anak usaha, seperti makanan kesehatan dan
kemasan, pasti akan tersentuh TI. Termasuk yang di Singapura dan Nigeria, serta
kantor pemasaran di seluruh negara ASEAN, semuanya harus menjadi satu sistem,
baik untuk finansial, jaringan, maupun yang lainnya,” tambahnya.
Sumber by :
yang kedua ERP ( Enterprise Resource Planning)
Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah baha inggrisnya, enterprise resource
planning, adalah sistem informasi
yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan
mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek
operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
Contoh Dari Sistem ERP Untuk Penjualan Dan Informasi
Manajemen
Sebuah sistem ERP adalah pendekatan terpusat untuk menangani
hari-hari kegiatan lingkungan bisnis saat ini. Ada beberapa contoh dari sistem
ERP yang menunjukkan bagaimana kemajuan sistem ERP adalah dari pendahulu mereka
yang digunakan untuk menawarkan campuran custom built dukungan dan paket
dukungan perangkat lunak untuk organisasi bisnis. Mari kita bicara tentang
beberapa contoh secara rinci untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari
sistem ERP.
Contoh Untuk menghitung komisi penjualan
Sebuah contoh sederhana dari sistem ERP adalah untuk
menghitung komisi penjualan. Para pengguna sumber daya manusia menghitung
komisi penjualan menggunakan sistem ERP dengan mengakses layanan web. Hal ini
dilakukan dengan menggunakan layanan web getSalesCommision. Ini layanan web
mengakses dua sistem back-end yang berbeda untuk menghitung komisi penjualan.
Salah satunya adalah sistem ERP yang menyediakan yang memanggil fungsi yang
disebut getSalary dan sistem lainnya adalah sistem CRM yang memanggil panggilan
fungsi getSalesData dimana setiap panggilan fungsi dalam bentuk layanan web.
Dengan demikian dari atas contoh sederhana kita dapat
melihat bagaimana sistem ERP dengan aplikasi terintegrasi layanan web. Bantuan
untuk menghitung komisi penjualan agen berbagai tim penjualan dalam sebuah
organisasi.
Contoh Fundamental ERP contoh
ERP software adalah jantung dari setiap organisasi besar
seperti mengelola kegiatan komputasi berbagai memperbaiki mereka melalui
pendekatan terpadu. Dalam organisasi besar sangat penting untuk mengelola
informasi sebagai ada aliran besar informasi baik di dalam dan di luar
organisasi dan ini aliran besar informasi membuat informasi manajemen tugas
yang sulit.
Dengan demikian solusi terpusat yang dapat menangani semua
inflow dan outflow informasi dari platform bersama adalah suatu keharusan. Ini
cara ada akun yang tepat dari setiap potongan informasi dalam database umum dan
Anda tidak perlu mencari di sana-sini untuk itu. Pendekatan ini adalah apa ERP
menyediakan. Pendekatan terpusat juga membantu untuk melawan segala redudansi
data atau duplikasi. Dengan demikian itu membantu untuk menghindari kebingungan
dan membuat mengelola dan mengakses informasi tugas yang mudah bagi Anda.
Contoh ERP untuk mengelola sistem informasi dapat
berhubungan dengan departemen pembelian di mana departemen dapat dengan cepat
menyesuaikan pesanan bahan sambil melihat ke informasi dalam database terpusat
terkait dengan kenaikan atau penurunan pesanan pelanggan. Dengan demikian
solusi ERP meningkatkan kegiatan alur kerja dan membuat mereka semua lebih
efisien.
yang ketiga E-Commerce
Masyarakat dunia, termasuk Indonesia, khususnya mereka yang
berada di daerah perkotaan, tentu tidak akan bisa dilepaskan dengan yang
namanya internet, karena hampir segala aktifitas yang mereka lakukan selalu
melibatkan internet. Jadi, tak heran jika internet kini menjadi kebutuhan pokok
bagi sebagian kalangan, terutama mereka yang menggunakan internet untuk
keperluan bisnis atau sering disebut bisnis E-Commerce.
Terdapat beberapa aplikasi yang digunakan untuk mendukung aktifitas E-Commerce, beberapa diantaranya adalah :
Terdapat beberapa aplikasi yang digunakan untuk mendukung aktifitas E-Commerce, beberapa diantaranya adalah :
- Online Shop
- Online Banking
Selain aplikasi E-Comerce, tentunya Anda (pelaku bisnis) dan Pembeli (konsumen) juga membutuhkan perangkat untuk mengaksesnya seperti gadget / laptop / komputer.
Kembali ke topik, disini saaya akan membagi artikel ini menjadi 4 Bagian, terdiri dari :
- Pengertian E-Commerce
- Manfaat E-Commerce
- Contoh E-Commerce
- Tools E-Commerce
Selanjutnya, mari kita bahas satu per satu dari ketiga penjelasan mengenai bisnis E-Commerce diatas.
Pengertian
Bisnis E-Commerce
Bicara mengenai bisnis E-Commerce, sudah tahukah Anda apa itu E-Commerce ? E-Commerce atau eCommerce adalah singkatan dari Elektronik Commerce, jika diartikan secara harafiah, maka arti E-Commerce adalah Perdagangan Elektronik, meskipun artinya adalah 'dagang elektronik' lantas jangan Anda artikan bahwa bisnis E-Commerce selalu berkaitan dengan penjualan barang elektronik, itu tidak benar, karena pengertian bisnis E-Commerce yang sebenarnya adalah transaksi jual-beli yang dilakukan menggunakan perantara alat elektronik, dalam hal ini adalah gadget / komputer yang terkoneksi dengan internet.
Dari penjelasan singkat diatas, saya harap Anda sudah paham betul pengertian tentang apa yang dimaksud dengan bisnis E-Commerce. Selanjutnya kita akan mencoba mengulas apa saja manfaat yang bisa kita dapatkan jika menjalankan bisnis berbasis E-Commerce.
Manfaat
Bisnis E-Commerce
Beberapa manfaat penting yang bisa didapat dari bisnis E-Commerce adalah mampu menekan biaya barang dan jasa serta dapat menyampaikan informasi dengan sangat cepat.
Biaya barang dan jasa yang lebih murah serta kecepatan pelayanan yang diberikan, tentu akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan pada akhirnya juga akan berdampak pada meningkatnya pendapatan bisnis Anda.
Diatas adalah manfaat bisnis E-Commerce yang didapat oleh penjual (seller), sementara manfaat bisnis E-Commerce yang didapat pembeli (buye) tentu akan jauh lebih banyak, diantaranya adalah :
- Mencari produk lebih cepat
- Menghemat waktu dan biaya perjalanan
- Bisa diakses kapan saja dan dimana saja
- Mudah dalam melakukan pembayaran
Intinya, baik dari sisi penjual maupun pembeli akan sama-sama mendapatkan untung / manfaat dari bisnis E-Commerce.
Contoh
Bisnis E-Commerce
Ada berbagai macam contoh atau jenis-jenis bisnis E-Commerce, namun secara garis besar bisnis E-Commerce dibedakan menjadi 3 Model, ketiga model bisnis E-Commerce yang saya maksud tersebut adalah :
- E-Commerce C2C (Customer to Customer)
Salah satu contoh bisnis E-Commerce C2C adalah website marketplace. Marketplace adalah jenis bisnis E-Commerce yang menyediakan fasilitas berupa tempat promosi dan aktifitas transaksi uang kepada pelanggan. Dengan kata lain, bisnis eCommerce berbasis marketplace mempunyai fokus utama untuk memfasilitasi para penjual.
Bisnis E-Commerce dengan model Marketplace sangat populer di internet dan sudah ada banyak sekali situs-situs yang mengadopsinya, seperti : - Flippa
- oDesk
- eBay
Situs Marketplace di Indonesia juga ada banyak, sebagai contoh adalah Tokopedia dan Elevania.
- E-Commerce Business To Business (B2B)
E-Commerce Business To Business adalah jenis bisnis eCommerce yang dilakukan antara dua belah pihak yang saling menguntungkan dan biasanya dilakukan secara berkelanjutkan.
Contoh model bisnis E-Commerce B2B adalah dua perusahaan yang saling melakukan transaksi jual beli. - E-Commerce B2C (Business to Consumer)
Jenis E-Commerce B2C adalah menawarkan barang langsung ke konsumen.
Contoh penerapan bisnis E-Commerce B2C adalah toko online, dimana konsumen bisa langsung berkomunikasi dengan pelaku bisnis (penjual).
Secara garis besar, ketiga contoh model bisnis E-Commerce diataslah yang paling sering digunakan oleh para pelaku bisnis E-Commerce di Indonesia. Meskipun perlu diakui masih ada bentuk / macam bisnis eCommerce lain seperti Classifieds dan Shooping Mall, namun sayangnya tidak terlalu populer.
Tools
E-Commerce
Untuk mendukung kelancaran bisnis E-Commerce yang Anda jalankan, ada beberapa tool online yang patut untuk dicoba. Berikut 3 Tool eCommerce Online yang saya rekomendasikan untuk Anda coba :
- Google Adwords Keyword Planner
Keyword Planner adalah tool internet marketing online dari Google yang menyediakan fasilitas untuk melakukan riset mengenai jumlah dan tingkat persaingan dari sebuah barang / produk tertentu. - Google Analytic
Bagi pemilik online shop, sangat saya sarankan untuk memasang tool yang satu ini, karena dengan memasang Google Analytic di online shop, maka kita bisa mengidentifikasi perilaku konsumen, yang nantinya bisa kita gunakan untuk membuat perbaikan. - Mail Chimp
Mail Chimp adalah tool untuk membantu Anda dalam melakukan email marketing. Kenapa harus email marketing ? karena berdasarkan pengalaman, konversi dari email marketing bisa sampai 70%, artinya jika kita jualan menggunakan email, maka peluang terjadi closing (penjualan) sangat tinggi.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH






